Jambore Anak Yatim 2015

JAmbore Anak YAtim Se-bandung Raya

Jambore Anak Yatim Mandiri (JAIM) 2015 telah selesai dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu, tanggal 21-22 maret 2015 di argo wisata Paku Haji, Cimahi, Bandung Barat.

Sedikitnya ada 150 orang anak yatim dan dhuafa yang hadir dalam kegiatan ini, mereka berasal dari beberapa daerah di kota Bandung, seperti anak yatim dari daerah Banjaran, Ciparay, Dago, Cisarua, Cimahi, Cibiru, Cililin dan Gegerkalong. Ada juga anak yatim dari beberapa panti yatim diluar Al-Hilal, seperti anak yatim dari Daarul Mutmainnah, Daarul Adzkar, Daarul Akhlaq, An Naba, dan Iksan Kamil..

Konsep acaranya bertemakan mandiri bersama alam. Para peserta diajak untuk mengeluarkan segala potensinya dan dituntut untuk mandiri. Mulai dari menerima materi motivasi, mendirikan tenda di alam terbuka hingga mengikuti berbagai aktivitas lainnya.

“Kenapa membangun karakter anak yatim yang mandiri? Karena agar anak menjadi orang yang mandiri sejak kecil sampai kelak ia dewasa,” ujar div. acara.

Mandiri bersama alam bukan dipilih tanpa alasan, tetapi memiliki pengaruh yang kuat untuk membentuk mental, sikap, emosi dan jiwa kooperatif. Anak yang terbiasa dengan pendidikan alam akan lebih mandiri, tangguh, dan siap menghadapi permasalah kehidupan meski mereka berstatus yatim dan dhuafa, tetapi tetap harus percaya diri.

Selain perkemahan dan aktivitas outbound, anak-anak juga disuguhi materi motivasi malam dari Ust. Syamsudin. Beliau menyampaikan, bahwa orang sukses itu bukanlah orang yang kaya, bukan orang yang terkenal, tapi orang sukses itu adalah orang yang mempunyai akhlaq baik. “Jadilah anak yang baik ya, yang selalu mendoakan kedua orangtuanya,” pesan beliau.

Adapun api ungun yang tentunya sangat jarang ditemui para peserta. Di sesi api ungun ini, para peserta diajak untuk menampilkan kreasi seni yang sudah mereka buat sebelumnya bersama kakak fasilitator. Ya, yel-yel kelompok. “Seru dan menggemaskan”, dua kata untuk anak-anak yatim di jambore ini. Mereka sangat kreatif dan berani. Antusiasnya powerfull. Alhamdulillah.

Perjalanan hidup mereka yang telah ditinggal tiada ayahnya memang tidak sama seperti anak yang memiliki orang tua lengkap. Kita dapat membayangkan bagaimana perasaan seorang anak yang saat itu sedang merindukan kasih sayang orang tuanya, kesulitan membayar sekolah hingga terpaksa putus sekolah. Keceriaannya mungkin sedikit hilang dibanding anak-anak lainnya. Salah satu tujuan jambore ini pun untuk mengembalikan senyum mereka, bahwa mereka tidak sendiri.

Dalam hadits qudsi dijelaskan, “Anak yatim menangis, arsy berguncang. Firman Allah: Demi keagungan-Ku, siapa saja yang menghiburnya dan menghentikan tangisannya, Aku pastikan baginya surga.”

Guncangan arsy itu akan berhenti ketika anak yatim tersebut terhibur hatinya dan berhenti menangis. Mashaa Allah, begitu besar jaminan Allah bagi orang-orang yang mencintai dan menghapus tangisan seorang anak yatim.

Jambore kali ini memang cukup berbeda karena melibatkan banyak relawan dan komunitas. Ya, banyak sekali kakak-kakak relawan dari komunitas di Bandung yang sangat antusias mengikuti jambore ini, bahkan dari sejak awal kakak-kakak relawan sudah banyak membantu mempersiapkan segala kebutuhan adik-adik yatim di jambore ini. Semoga apa yang sudah diberikan kepada adik-adik yatim ini menjadi sebuah kenangan yang tidak bisa terlupakan dan juga semoga selalu membekas pada diri mereka bahwa mereka mempunyai kakak-kakak yang sayang dan hebat.

Terima kasih juga kepada para donatur karena sudah menyisihkan sebagian hartanya, baik berupa dana, pakaian, hingga makanan. Semua itu sangat bermanfaat bagi adik-adik yatim dalam kegiatan ini. Semoga menjadi tabungan kebaikan dan keberkahan di dunia dan akhirat. Aamiin